Travel

Tugu Muda

<div id='Sejarah'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> – Tugu Muda merupakan satu diantara beberapa monumen bersejarah yang terdapat di Kota Semarang. Tugu Muda terletak di tengah pertemuan antara Jalan Imam Bonjol, Jalan pemuda, Jalan Pandanaran, dan Jalan Mgr Sugiyapranata.

Tugu Muda dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran Lima hari di Semarang pada tanggal 15 hingga 19 Oktober 1945. Pertempuran Lima Hari di Semarang dilatarbelakangi peristiwa pelucutan senjata yang dilakukan pasukan Jepang (Kidobutai) terhadap delapan polisi yang tengah menjaga persediaan air minum (reservoir) di daerah Candi, Semarang. Pada saat itu tersiar kabar jika Kidobutai meracuni reservoir tersebut.

Dr. Kariadi, Kepala Laboratorium Rumah Sakit Purusara saat itu kemudian ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan terhadap reservoir tersebut. Namun dalam perjalanannya, Dr. Kariadi mendapatkan serangan hingga mengakibatkan dirinya gugur. Gugurnya Dr. Kariadi menyebabkan kemarahan para pemuda.

Pada 15 Oktober 1945, Kidobutai melakukan serangan cepat dengan alasan untuk melindungi orang orang Jepang dari serangan orang orang Indonesia. Serangan Kidobutai semakin besar setelah mengetahui Jenderal Nakamura, komandan pasukan Jepang untuk Jawa – Madura, ditawan di Magelang. Asrama Pemuda, Gedung Gubernuran, Penjara Bulu, dan Rumah Sakit Purusada berhasil dikuasai pasukan Kidobutai.

Gubernur Jawa Tengah saat itu, Mr. Wongsonegoro beserta dengan kepala Rumah Sakit Purusara, dr. Soekardjo, ditawan di markas Kidobutai di Jatingaleh. Untuk mengenang pengorbanan rakyat dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang, dibangunlah sebuah tugu di tengah alun alun Semarang. Mr Wongsonegoro, Gubernur Jawa Tengah saat itu, meletakkan batu pertama pembangunan tugu yang diberi nama Tugu Muda pada 28 Oktober 1945.

Tugu Muda dibongkar oleh tentara Belanda yang tergabung dalam Nederlandsch Indië Civil Administratie (NICA) dan Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Interness (RAPWI), saat perang melawan sekutu pada November 1945. Badan Koordinasi Pemuda Indonesia (BKPI) pada 20 November 1949 memprakarsai pembangunan kembali Tugu Muda. Pembangunan Tugu Muda baru terlaksana pada 31 Oktober 1951 atas prakarsa Walikota Semarang saat itu, Hadisoebeno Sosrowerdojo.

Pada 10 November 1951 batu pertama pembangunan diletakkan oleh Gubernur Jawa Tengah saat itu, Boediono. Lokasi pembangunan Tugu Muda dipindah dari alun alun Semarang ke simpang lima yang berada di depan kantor Divisi Diponegoro yang merupakan bekas lahan Taman Wilhelmina. Tugu Muda diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 20 Mei 1953 bertepatan Hari Kebangkitan Nasional.

<div id='Arsitektur'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Di bagian atas Tugu Muda berbentuk seperti api yang sedang menyala. Bentuk api menggambarkan semangat juang rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Di bagian tengah atau tubuh Tugu Muda berbentuk menyerupai bambu runcing, yang menggambarkan senjata yang dipakai para pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Bambu runcing ini berbentuk tegak ke atas dan berjumlah lima buah, ini menggambarkan Pertempuran Lima Hari yang terjadi di Semarang Di bawah bagian bambu runcing terdapat lima buah batu yang mempunyai pahatan lambang sila sila dalam Pancasila.

Di bagian bawah Tugu Muda terdapat lima penyangga yang mempunyai berbagai macam hiasan pahatan. Relief Hongerodeem atau yang berarti busung lapar, merupakan pahatan yang dibuat oleh seniman Edhi Sunarso. Relief Hongerodeem pada Tugu Muda menggambarkan penderitaan rakyat Indonesia di masa penjajahan Jepang dan Belanda. Relief Pertempuran pada Tugu Muda dipahat oleh Joeski yang berasal dari Aceh.

Pahatan patung ini mempunyai arti semangat pertempuran dan keberanian Angkatan Muda Semarang saat Pertempuran Lima Hari. Relief Penyerangan pada Tugu Muda dipahat oleh Bakri dan menggambarkan perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajah yang selalu mencoba menggagalkan usaha rakyat Indonesia untuk merdeka. Relief Korban pada Tugu Muda yang dipahat oleh Nasir Bondan menggambarkan rakyat yang menjadi korban dalam Pertempuran Lima Hari.

Relief Kemenangan pada Tugu Muda yang dibuat oleh Djony Trisno berkisah kemenangan yang didapat oleh rakyat Indonesia atas hasil usaha dan pengorbanan yang dilakukan Sementara relief lain pada Tugu Muda dibuat oleh Roestamadji. <div id='DitetapkansebagaicagarBudaya'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div>

Kawasan Tugu Muda Semarang ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya. Penetapan itu berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2011 2031.

Berita Terkait

Pertengahan April, Malindo Air Buka Rute Baru ke Adelaide via Denpasar

Syiran Uchie

Kenapa Penumpang Pesawat Dilarang Tukar Tempat Duduk Sembarangan?

Syiran Uchie

Ayam Geprek Anti Mainstream dengan Aneka Sambal Buah

Syiran Uchie

6 Kuliner Khas Lombok yang Wajib Dicicipi Saat Liburan, Cobain Soto Bebalungnya

Syiran Uchie

Panduan Wisata Candi Borobudur, Simak Dulu Sebelum Liburan ke Sana

Syiran Uchie

Ditangkap Polisi Saat Pesawatnya Mendarat, Pramugari yang Diduga Mabuk Ini Akhirnya Dipecat

Syiran Uchie

5 Restoran Mewah di Jakarta Milik Reino Barack, Ada yang Sajikan Makanan Italia hingga Jepang

Syiran Uchie

Permintaan Penumpang yang Buat Pramugari Merasa Ngeri dan Jijik

Syiran Uchie

7 Kampung Ini Bisa Kamu Kunjungi Ingin Belanja Dan Belajar Batik

Syiran Uchie

26 Kutipan Berbahasa Inggris Tentang Traveling untuk Caption Foto Instagram

Syiran Uchie

7 Kuliner Murah dan Enak di Pasar Gede Solo yang Harus Kamu Coba, Ada Nasi Liwet hingga Lenjongan

Syiran Uchie

Cara Membuat Visa Turki Secara Online, Traveler Tak Perlu Antre Lagi

Syiran Uchie

Leave a Comment