Bisnis

Janji Totok Lusida Sebagai Calon Ketua Umum DPP REI 2019 2022

Calon Ketua Umum (Caketum) DPP REI periode 2019 2022, Totok Lusida, menyatakan bahwa konsolidasi anggota REI akan menjadi misi pertamanya jika terpilih menjadi Ketua Umum REI. Totok menegaskan komitmen dirinya untuk melakukan konsolidasi seluruh potensi anggota REI. Totok tak ingin kekuatan REI terpecah belah karena perbedaan dukungan di musyawarah nasional (munas) mendatang. Untuk itu, konsolidasi sudah dia lakukan sejak 2 tahun terakhir ini dengan merangkul seluruh daerah.

"Konsolidasi ini misi pertama saya, jadi tidak ada lagi gap gap di antara kita," kata Totok di hadapan anggota REI pada Sosialiasi Calon Ketua Umum DPP REI periode 2019 2022, Kamis (10/9/2019). Totok menambahkan, REI tidak akan terkotak kotak akibat perbedaan dukungan maupun cara pandang. Dia akan memanfaatkan REI untuk memperjuangkan kepentingan bersama. "Waktu tiga tahun ini adalah pengorbanan luar biasa, dan saya sudah bicara dengan keluarga untuk mewakafkan sepenuhnya diri saya untuk REI. Keluarga sudah paham kalau berorganisasi itu akan mengorbankan segalanya," ucap Totok.

Totok berjanji akan meningkatkan pelayanan organisasi bagi seluruh anggota REI dengan menerapkan program tanggap lugas dalam menyelesaikan bermacam persoalan REI di daerah. Hal itu menyikapi semakin banyak dan kompleksnya masalah di sektor properti, terlebih dengan banyaknya produk regulasi yang dikeluarkan pemerintah. "Terakhir, REI dan Kementerian PUPR sudah berkomitmen untuk membicarakan dulu regulasi yang akan diterbitkan sehingga tidak menimbulkan polemik di lapangan. Berikutnya yang perlu diperkuatkan adalah memback up DPD REI untuk mengawal peraturan daerah (perda) yang berpotensi merugikan pengembang di daerah," ujar Totok. Dia menambahkan, salah satu ide yang sedang diperjuangkan REI saat ini adalah mengusulkan pengurangan jangka waktu (tenor) kredit FLPP dari sekarang hingga 20 tahun menjadi 5 tahun dengan degradasi atau menjadi sekitar 7 tahun. Dengan begitu, kuota FLPP tahun depan yang hanya 100 ribu unit bisa dioptimalkan hingga tiga kali lipat tanpa membebani APBN.

"Secara lisan, Menkeu, Menteri PUPR bahkan Presiden saat bertemu dengan REI kemarin sudah menyetujui ide ini. Kita tinggal mengawal saja," papar Sekjen DPP REI ini. Totok mengatakan, dirinya akan membentuk Pokja Kerjasama Pengembang Besar dan Pengembang Kecil di bawah koordinasi Waketum DPP REI bidang Pengembangan Usaha untuk bekerjasama melakukan aturan hunian berimbang. Saat ini REI sedang memperjuangkan supaya pola kemitraan ini memiliki payung hukum jelas, antara lain dengan judicial review UU Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang menjadi acuan hunian berimbang.

Berita Terkait

Inovasi Industri Perlu Disertakan dalam Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi

Syiran Uchie

Hindari Oligopoli Industri Tembakau, Masyarakat Tembakau Minta Menkeu Tolak Simplikasi Cukai

Syiran Uchie

Menteri Agus Harap 20 Persennya Motor Listrik Dari Target Pertumbuhan 10 Juta Unit/Tahun

Syiran Uchie

Kemenhub Minta Anies Hentikan Sementara Pengoperasian Grabwheels

Syiran Uchie

Perum Jamkrindo Meraih Penghargaan Indonesia Financial Top Leader

Syiran Uchie

Menteri Teten Ingin Kisel Jadi Prototipe Koperasi Modern

Syiran Uchie

2.000-an Peserta Menyerbu Festival Selepas Kerja BPJamsostek

Syiran Uchie

BGR Logistics Jalin Kerjasama Strategis dengan PTP

Syiran Uchie

Hadirkan Tower Baru Apartement Eksklusif yang Terhubung dengan Stasiun Cisauk

Syiran Uchie

BI Akan Pangkas Kembali Suku Bunga Acuan pada 2020 Jika Diperlukan

Syiran Uchie

Manajemen KRL Commuter Line Minta Penyesuaian Tarif Pendapatan Anjlok

Syiran Uchie

75 Triliun Gara-gara Pandemi Covid-19 Ketika Harta Orang Terkaya di Indonesia Hilang Rp 196

Syiran Uchie

Leave a Comment