Metropolitan

Eggi Sudjana Minta Perlindungan Hukum ke Jokowi

Tersangka dugaan makar Eggi Sudjana mengajukan surat permohonan perlindungan hukum kepada Presiden Joko Widodo. Kuasa hukum Eggi Sudjana, Alamsyah Hanafiah, mengungkapkan surat permohonan tersebut telah dikirim ke Istana Negara pada Selasa (17/9/2019). Alamsyah menyebut surat tersebut telah diterima oleh kantor Sekretariat Negara.

"Kami sudah mengirim surat ke presiden, yaitu perihalnya tentang mohon perlindungan hukum," ujar Alamsyah di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (19/9/2019). Alamsyah mengatakan selain untuk permohonan perlindungan hukum, surat itu juga berisi permintaan klarifikasi kepada Presiden Joko Widodo terkait dugaan makar yang disangkakan terhadap Eggi. Menurut Alamsyah, tindakan makar itu merupakan penggulingan terhadap pemerintah yang sah.

Dirinya ingin mengklarifikasi langsung, apakah Jokowi merasa akan digulingkan oleh kliennya. "Kan kata penyidik saudara Eggi telah melakukan makar, kita tanya langsung ke Pak Presiden apakah memang telah merasa digulingkan, kalau tidak ya kasusnya kita minta dihentikan," ungkap Alamsyah. "Apabila presiden tidak pernah merasa digulingkan oleh perbuatan Eggi, kami mohon perlindungan hukum. Kemudian, berkenan memerintahkan Kapolri, Kapolda untuk menghentikan penyidikan terhadap saudara Eggi," tambah Alamsyah.

Pihaknya juga melayangkan permohonan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) yang ditembuskan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. Sebelumnya, Eggi Sudjana mendapatkan penangguhan penahanan pada 24 Juni lalu. Saat itu, dirinya mendapatkan jaminan dari Wakil Ketua Umum Partai Gerinda, Ahmad Sufmi Dasco.

Seperti diketahui, Eggi telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar setelah dilaporkan oleh relawan Jokowi Ma'ruf Center bernama Suryanto dan politikus PDIP, Dewi Ambarwati Tanjung. Kasus bermula ketika yang dipermasalahkan adalah pernyataan Eggi pada hari pencoblosan, 17 April 2019, di rumah Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan. Saat itu, dirinya menyerukan people power untuk merespons pemilu yang menurutnya penuh kecurangan dan manipulatif.

Kedua pelapor mengadukan Eggi dengan dalih telah berbuat makar, penghasutan dan menyebarkan ujaran kebencian. Eggi disangkakan Pasal 107 KUHP dan/atau 110 juncto Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan/atau Pasal 15 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Berita Terkait

Mahasiswi Universitas Trisakti Tewas Diduga Lompat dari Lantai 6 Kampusnya

Syiran Uchie

Pengemudi Fortuner Ugal Ugalan Sempat Tinggal Di Kompleks Mewah, Satpam: Dia Biasa Kendarai Avanza

Syiran Uchie

Membandingkan Transparansi Anggaran Era Gubernur Ahok & Anies Baswedan

Syiran Uchie

Usai Gunakan Hak Pilihnya, Anies Baswedan Mau keliling DKI Pantau Situasi saat Pencoblosan

Syiran Uchie

Harga Mobil Listrik BMW Bisa Lebih Murah Anies Bakal Gratiskan BBN KB

Syiran Uchie

Polisi Tangkap Tersangka Pencuri Motor Baim Wong

Syiran Uchie

Kini Jadi Pengusaha Muda & Staf Khusus Presiden Kisah Putri Tanjung Pernah Gagal & Rugi Rp 800 Juta

Syiran Uchie

Polsek Tambun Ringkus Dua Begal Ponsel dan Penadahnya

Syiran Uchie

Sebanyak 555 Botol Miras Disita Satpol PP Kota Depok

Syiran Uchie

Pengedar Narkoba di Cilandak Dibekuk Bersama Ribuan Ekstasi dan 5 Gram Sabu

Syiran Uchie

Menteri Budi Karya Sebut Kereta Api Kini Difavoritkan Pemudik, Naik 3,4 Persen

Syiran Uchie

Seorang Pegawainya Ditemukan Tewas Tempat Penyimpanan Alat Dekorasi Di Pulogadung Terbakar

Syiran Uchie

Leave a Comment